Galileo Galilei Penemu Teleskop Modern

07:01
Galileo Galilei Penemu Teleskop Modern ( Foto @scuole.portaleragazzi.it )
PembacaBerita.Com - Orang awam menyebut teleskop dengan istilah teropong untuk menyebut alat yang digunakan untuk mengamati benda - benda langit. Meskipun pada awalnya penemuan teleskop bukan ditujukan untuk kepentingan salah satu cabang ilmu pengetahuan tertentu, namun pada perkembangannya teleskop justru menjadi peralatan terpenting yang dibutuhkan di bidang astronomi.

Orang pertama yang diakui sebagai pengguna teleskop untuk tujuan astronomis adalah Galileo Galilei. Teleskop yang dibuat Galilei pada mulanya hanya dalam rentang panjang gelombang saja. Sejak tahun 1945, teknologi teleskop mengalami perkembangan menjadi panjang gelombang radio. Selanjutnya, setelah teknologi penjelajahan angkasa mengalami kemajuan terutama pada era pertengahan Perang Dingin (1947-1991), teleskop sudah meliputi seluruh spektrum elektromagnetik.

Galileo Galilei adalah salah seorang ilmuwan Italia, lahir di Pisa pada 15 Februari 1564. Dari Pisa, keluarga Galilei pindah ke Florence di mana Galileo menempuh pendidikan di Sekolah Viara Vallombrosa. Menjelang dewasa, Galileo disarankan oleh ayahnya untuk kuliah di fakultas kedokteran. Sang ayah ingin galileo menjadi dokter demi masa depan keluarga karena profesi dokter pada saat itu memang menjanjikan kemapanan yang jauh lebih ketimbang pekerjaan lainnya. Sebenarnya, Galileo tidak begitu berminat belajar kedokteran, ia lebih tertarik pada ilmu matematika, mekanika dan Fisika.

Galileo kemudian diterima di Universitas Pisa dan segera dikenal sebagai salah satu mahasiswa paling cerdas di kampusnya. Karakter Galileo sangat kuat, ia sangat meyakini apa yang telah dipelajarinya sendiri ketimbang memercayai kata orang lain, termasuk teori yang telah dirumuskan pada ilmuwan terdahulu. Pada suatu kasus, Galileo pernah menyangkal seorang dosennya yang menyatakan bahwa teori Aristoteles tentang daya berat benda adalah teori yang paling benar dan tidak bisa diperdebatkan lagi. Aristoteles, ilmuwan mahsyur dari zaman Yunani Kuno, pernah menyatakan bahwa benda yang lebih berat akan jatuh lebih cepat dari pada benda yang lebih ringan.

Galileo tidak percaya begitu saja dengan keyakinan dosennya itu. Terjadilah perdebatan yang sangat seru antara Galileo melawan dosennya. Tidak hanya pandai bersilat lidah saja, Galileo kemudian menyatakan akan melakukan percobaan untuk membuktikan bahwa apa yang diyakini sang dosen adalah suatu kesalahan. Banyak pihak menganggap tindakan Galileo itu sebagai sebuah kekonyolan karena teori Aristoteles telah menjadi suatu kebakuan dalam sejarah ilmu pengetahuan. Galileo pantang mundur, ia menggelar eksperimennya di Menara Pisa dan hasilnya, ia dengan mantap dapat membuktikan bahwa semua benda, baik yang ringan maupun yang berat, jatuh dengan kecepatan yang sama, kecuali saat sampai di batas pergeseran udara yang membuat kecepatannya berkurang.

Sayangnya, kuliah Galileo di Universitas Pisa tidak rampung karena persoalan duit. Kendati demikian, kecerdasan otak Galileo ternyata memikat perhatian salah seorang petinggi Universitas Pisa yang kemudian mengajak Galileo untuk mengajar Matematika di perguruan tinggi itu pada 1589. Setelah beberapa lama mengabdi di Universitas Pisa, Galileo pindah ke Universitas Padua dan mengajar di sana hingga tahun 1610. Fase inilah yang menjadi masa - masa produktif Galileo dalam menemukan berbagai jenis penemuan.

Pada 1609, Galileo mengetahui bahwa Hans Lippershey telah berhasil menciptakan Teleskop, namun ilmuwan Belanda itu tidak mau mematenkan temuannya tersebut. Terus - terang, Galileo tidak mengetahui secara detail mengenai teleskop Ciptaan Lippershey, ia hanya mendengar lamat - lamat saja. Dengan berbekal kecerdasan otaknya yang di atas rata - rata, Galileo mencoba membuat teleskop sendiri.

Usahanya itu membuahkan hasil dengan terciptanya teleskop yang lebih canggih. Selain itu, teleskop ini adalah teleskop pertama yang dibuat dengan tujuan astronomis. Mulanya, teleskop Galileo menghasilkan pembesaran objek 9 kali. Setelah disempurnakan teleskop ini mampu memperbesar objek sampai 30-33 kali lipat.

Akhirnya hidup Galileo cukup tragis. Sama seperti kasus terdahulu, ia lagi - lagi menyangkal teori yang sudah dibakukan. ia tidak mempercayai teori Aristoteles yang lain, dan juga teori dari Ptolemeus, yang menempatkan benda selain matahari sebagai pusat dari tata surya. Setelah melakukan pengamatan dengan teleskopnya, Galileo lebih sepakat kepada pendapat Copernicus yang menyatakan bahwa matahari adalah pusat alam semesta. Perbedaan pendapat ini membuat Galileo harus berurusan dengan aparat hukum. Ia diadili dan dijatuhi vonis sebagai tahanan rumah hingga wafat pada 8 Januari 1642.

Bantu Dishare Juga Ya Para Pembaca

Related Posts

Previous
Next Post »