Sekira tiga abad kemudian, tepatnya pada 1780, seorang warga Prancis bernama Comte Mede de SIvrak, berhasil menciptakan moyangnya sepeda yang dikenal dengan istilah celeriferes. Sepeda sederhana hasil karya Sivrak itu lebih mirip dengan skuter yang terbuat dari kayu namun belum memiliki pedal. Selain sebagai bahan dasar utama pembuatan rangka sepeda, kayu juga digunakan untuk membuat kedua buah rodanya. Di atas rangka kayu itu diletakkan balok kayu yang berfungsi sebagai jok, namun tanpa setang.
Selanjutnya, pada 1813, seorang mekanik muda asal Jerman, Karl Friedrich Freiherr Drais von Sauerbron, mencoba menyempurnakan celeriferes karya Sivrak dengan menambahkan kemudi pada bagian roda depan. Namun, sepeda hasil modifikasi Sauerborn ini juga masih tanpa pedal dan digerakkan dengan memakai tenaga dari kedua kaki penggunanya. Hasil penyempurnaan sepeda yang oleh Sauerbron diberi nama draisenne ini ternyata mampu membuat celeriferes meluncur dengan lebih cepat.
Pada 1839, Kirkpatrick Macmillan, seorang perajin besi dari Skotlandia, menambahkan batang penggerak sebagai penghubung antara roda belakang dan ban depan draisenne. Kreasi Macmillan inilah yang memulai dikenalnya teknologi pedal untuk mengayuh sepeda.
Orang Britania lainnya, James Starley, turut menyumbangkan andil dalam riwayat sejarah sepeda. Starley yang berasal dari Inggris ini membuat sepeda dengan bentuk yang unik. Roda depan sepeda berukuran sangat besar, sedangkan roda belakangnya sangat kecil. Starley juga menginspirasi pembuatan roda sepeda yang lebih praktis dan ringan, yakni dengan menempatkan jeruji pada roda sepeda buatannya.
Dari beberapa nama di atas memang belum ada yang secara resmi diakui sebagai pencipta sepeda yang pertama karena sepeda hasil rancangan atau buatan mereka masih dianggap belum sempurna dan hak patennya pun tidak didaftarkan. Tokoh jenius yang meraih gelar Bapak Sepeda Modern adalah Orang Prancis bernama Ernest Michaux.
Pada 1855, Michaux merevolusi pembuatan sepeda dengan menempatkan pemberat engkol sehingga pergerakan sepeda menjadi lebih stabil dan dapat dengan mudah dikendalikan. Dibantu oleh kerabatnya, Pierre Lailement, Michaux juga mampu memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya. Lingkaran besi inilah yang kini berkembang menjadi pelek atau velg yang sebenarnya merupakan bentuk pengembangan dari jeruji pada roda sepeda.
Sepeda buatan Michaux inilah yang kemudian diakui sebagai sepeda modern dan pembuatannya dijuluki Bapak Sepeda Modern. Meskipun bisa saja terjadi perdebatan mengenai siapa orang pertama yang menciptakan sepeda, namun embel - embel "modern" membuat Michaux berada di jajaran paling depan. Lagi pula, sepeda karya Michaux-lah yang digunakan sebagai acuan dalam pengembangan teknologi sepeda di masa - masa berikutnya.
